Sosial
PNS,JUJUR
dan KAYA
Saat memasuki salah satu kantor dinas di kab.pidie
jaya,saya duduk sambil menunggu petugas menyelesaikan berkas surat yang saya ajukan, sambil menunggu saya pun mulai
melihat lihat kondisi ruangan dan isi nya, sampailah ketika saya melihat suatu
tulisan yang membuat saya tersenyum dan kagum karena tertulis”ada tiga hal yang
tidak bisa menyatu:pns,kaya dan jujur,kalau ada pns yang jujur,pasti tidak
kaya,kalau ada pns yang kaya pasti tidak jujur dan kalau ada yang kaya dan
jujur pasti bukan pns.”
Timbulah pertanyaan,apa sebenarnya maksud dari tulisan ini
dan siapa yang punya ide?karyawanya atau kepala dinasnya kah yang menulis.
Jika dipikir piker dan melihat lingkungan sekitar ,memang
betul kejadiannya seperti itu.tidak mungkin pns itu kaya karena penghasilannya
yang hanya cukup untuk memenuhi
kebutuhan hidupnya apalagi jika ia sudah berkeluarga ,apakah cukup dengan
penghasilan 3-4 juta perbualan memenuhi kebutuhan pribadi,anak ,istri belum
lagi perlengkapan rumah dan sekolah
Untuk memenuhi kebutuhan itu semua tentunya seorang pns
harus memiliki pekerjeaan sampingan baik itu bertani,berkebun,berdagang dan
lainnya,bahkan banyak para pns yang mengisi waktu kosong nya dengan bertani dan
berkebun,tentunya dengan hasil kerja sampingan tersebut akan mencukupi
kebutuhan mereka bahkan melebihi dari cukup,
Nah,bagaimana dengan pns yang tidak memiliki kerja
sampingan,tetapi ia kaya ,berkehidupan sangat cukup,punya rumah mewah,mobil
bagus ,bagaimana mereka memenuhi
kebutuhan itu semua?
Jangan berburuk sangka dulu,perlu kita ingat kembali ,siapa
yang memberikan rizki itu semua?allah sudah menetapkan semua kejadian makhluk
,qadar baik dan buruk,bahkan rezeki setiap makhluk pun sudah di atur,kita tidak
dapat menebak berapa rezeki yang akan kita dapat dalam setiap detik dan
menitnya,semuanya allah lah yang mengatur,pernahkah kita mendengar cerita si
miskin lagi pengangguranyang kaya dalam
seketika yang tak di sangkanya,banyak cara yang Allah berikan padanya untuk
menjadi kaya.
Tetapi apakah mungkin pns murni yang kaya tanpa kerja
sampingan itu adalah pns yang jujur?
Mari kita berfikir kembali,jika memang pns itu tidak jujur
dan tidak bekerja setuluh hati tentunya tidak akan tercapainya kinerja yang
optimal di tempat ia bekerja bahkan ia bisa di pecat karena ketidakseriusannya
dalam bekerja,maaf buka itu mkasud kami disini,jujur dalam artian
penghasilannya !saya jawab,itu semua adalah rezeki nya dia.
Sekarang coba kita melihat orang orang di sekeliling kita
,berapa banyak yang buka pns menjadi kaya ?
Banyak profesi yang bisa kita tekuni yang mampu membuat
kita berkehidupan cukup bahka kaya,mulai dengan bertani,berkebun,berdagang dan
dll,syaratnya tentu usaha dan doa yang ikhlas serta kesabaran dalam setiap
rintangan yang akan kita hadapi.
Tetapi kenapa manusia sekarang memprioritaskan pns sebagai
lading usaha,apakah karena adanya gaji di hari tua yang membuat kita merasa
cukup disaat tua nanti,dengan adanya gaji pensiunan kita bisa menikmati
secangkir kopi sore hasil jerih payah di masa muda,
Masih banyak opsi lainnya untuk bekerja,mulai bercocok
tanam,membuat kerajina tangan ,beternak dan berdagang,,semuanya adalah
pekerjaan yang pernah ditekuni baginda nabi dan nabi yang lain.
Disini kita perlu mengubah persepsi kita tentang pns,pns
bukan lah pekerjaan yang menjanjikan ,jangan sampai kita terbuai olehnya,kita
menunutut ilmu di berbagai universitas bermacam jurusan agar mendapatkan
selembar ijazah demi untuk bisa menjadi pns.
Coba kita ambil hikmah dari simiskin yang ingin kaya ,ia
berusaha keras agar bisa memperoleh selembar ijazah untuk bekerja,karena ia
kurang mampu ia pun tak berhasil untuk mendapatkannya ,namun si kaya dengan
mudahnya memeperoleh ijazah ,ijazah yang dengan mudah di dapat pun tak dapat
menjamin untuk dapat bekerja di tempat yamg ia inginkan,beda hal nya si miskin
tak mau berlarut dalam kekecewaan yang selalu berusaha dan bekerja dengan gigih
hingga ia pun dengan akhirnya menjadi
sukses,si kaya yang tak tau mau kerja di mana ,akhirnya pun bekerja pada si
miskin,
Yang sangat menyedihkan lagi ketika mendengar ucapan
seorang teman,saya tidak akan menikah jika belum menjadi pns,kenapa ia bisa
berfikir begitu,itu semua karena iming iming yang di janjikan dari pns
Sebenarnya tidak ada yang salah dengan menjadi seorang
pns,hanya saja kita terlalu terbuai,tidak ada bedanya pns dengan petani,pak
tani menghabiskan waktunya bekerja di sawah dan mengerahkan tenaga ototnya saja
sedangkan pns bekerja di kantor dan menguras otaknya,Cuma itu saja bedanya
Lantas apa salahnya menjadi seorang pns?sampai sampai
sebagian orang ada yang menganggapnya sebagai pekerjaan yang tak jujur
Misalnya seorang guru,jika ia mengajar dengan tulus dan
ikhlas untuk mencerdasakn umat tanpa mengharapkan gaji yang akan ia dapat
setiap bulannya walaupun gaji itu memang sudah ada,maka apa yang ia kerjakan
adalah suatu amalan yang bernilai ibadah,sebaliknya jika ia mengajar dengan
penuh harap akan gaji yang akan ia ambil di awal bulan maka di sinilah letak
kesalahannya.
Apa pun profesi yang kita geluti dan yang akan kita
kerjakan jadikanlah sebagia amal yang bernilai ibadah jangan pernah memikirkan
keuntungannya,tetapi pikirkankanlah akibatnya,kerugiannya,,jangan sampai
aktifitas yang kita kerjakan memelaikan dan membuat kita lupa kodrat kita
sebagai hamba tuhan,membuat kita lupa akan janji yang telah ucapkan sebagai
hamba.
Janganlah kita terbuai janji
Tetapi apakah mungkin pns murni yang kaya tanpa kerja
sampingan itu adalah pns yang jujur?
Mari kita berfikir kembali,jika memang pns itu tidak jujur
dan tidak bekerja setuluh hati tentunya tidak akan tercapainya kinerja yang
optimal di tempat ia bekerja bahkan ia bisa di pecat karena ketidakseriusannya
dalam bekerja,maaf buka itu mkasud kami disini,jujur dalam artian
penghasilannya !saya jawab,itu semua adalah rezeki nya dia.
Sekarang coba kita melihat orang orang di sekeliling kita
,berapa banyak yang buka pns menjadi kaya ?
Banyak profesi yang bisa kita tekuni yang mampu membuat
kita berkehidupan cukup bahka kaya,mulai dengan bertani,berkebun,berdagang dan
dll,syaratnya tentu usaha dan doa yang ikhlas serta kesabaran dalam setiap
rintangan yang akan kita hadapi.
Tetapi kenapa manusia sekarang memprioritaskan pns sebagai
lading usaha,apakah karena adanya gaji di hari tua yang membuat kita merasa cukup
disaat tua nanti,dengan adanya gaji pensiunan kita bisa menikmati secangkir
kopi sore hasil jerih payah di masa muda,
Masih banyak opsi lainnya untuk bekerja,mulai bercocok
tanam,membuat kerajina tangan ,beternak dan berdagang,,semuanya adalah pekerjaan
yang pernah ditekuni baginda nabi dan nabi yang lain.
Disini kita perlu mengubah persepsi kita tentang pns,pns
bukan lah pekerjaan yang menjanjikan ,jangan sampai kita terbuai olehnya,kita
menunutut ilmu di berbagai universitas bermacam jurusan agar mendapatkan
selembar ijazah demi untuk bisa menjadi pns.
Coba kita ambil hikmah dari simiskin yang ingin kaya ,ia
berusaha keras agar bisa memperoleh selembar ijazah untuk bekerja,karena ia
kurang mampu ia pun tak berhasil untuk mendapatkannya ,namun si kaya dengan
mudahnya memeperoleh ijazah ,ijazah yang dengan mudah di dapat pun tak dapat
menjamin untuk dapat bekerja di tempat yamg ia inginkan,beda hal nya si miskin tak
mau berlarut dalam kekecewaan yang selalu berusaha dan bekerja dengan gigih
hingga ia pun dengan akhirnya menjadi
sukses,si kaya yang tak tau mau kerja di mana ,akhirnya pun bekerja pada si
miskin,
Yang sangat menyedihkan lagi ketika mendengar ucapan
seorang teman,saya tidak akan menikah jika belum menjadi pns,kenapa ia bisa
berfikir begitu,itu semua karena iming iming yang di janjikan dari pns
Sebenarnya tidak ada yang salah dengan menjadi seorang
pns,hanya saja kita terlalu terbuai,tidak ada bedanya pns dengan petani,pak
tani menghabiskan waktunya bekerja di sawah dan mengerahkan tenaga ototnya saja
sedangkan pns bekerja di kantor dan menguras otaknya,Cuma itu saja bedanya
Lantas apa salahnya menjadi seorang pns?sampai sampai
sebagian orang ada yang menganggapnya sebagai pekerjaan yang tak jujur
Misalnya seorang guru,jika ia mengajar dengan tulus dan
ikhlas untuk mencerdasakn umat tanpa mengharapkan gaji yang akan ia dapat
setiap bulannya walaupun gaji itu memang sudah ada,maka apa yang ia kerjakan
adalah suatu amalan yang bernilai ibadah,sebaliknya jika ia mengajar dengan
penuh harap akan gaji yang akan ia ambil di awal bulan maka di sinilah letak
kesalahannya.
Apa pun profesi yang kita geluti dan yang akan kita
kerjakan jadikanlah sebagia amal yang bernilai ibadah jangan pernah memikirkan
keuntungannya,tetapi pikirkankanlah akibatnya,kerugiannya,,jangan sampai
aktifitas yang kita kerjakan memelaikan dan membuat kita lupa kodrat kita
sebagai hamba tuhan,membuat kita lupa akan janji yang telah ucapkan sebagai
hamba.
Janganlah kita terbuai janji
Luar biasa....
BalasHapus