Sebelum Terambat !
Ikhwan fillah
Kami ingin mengajak kita semua merenungi kembali nikmat-nikmat yang telah Allah titipkan kepada kita semua dan jika seandainya Allah dalam detik ini juga mengambil kembali apa yang telah diberikanNya, sah saja. Kita hanya bisa mengucapkan Inna Lillahi Wa Inna Ilaihi Ro Ji'un.
Andaikata kaki yang selama ini kita gunakan untuk berjalan, berlari, melompat dan untuk menendang, belum sempat kita langkahkan ke rumahNya, belum lagi sampai ke tempat taklim dan majelis ibadah lainnya. Kini, langkah itu telah terhenti.
Andaikata tangan yang selama ini kita gunakan untuk menyentuh, meraba dan memegang, belum kita gunakan untuk memegang Alquran kitab suci, belum bisa memberi sedekah, belum sempat membelai dan mengusap kepala anak yatim tetapi Allah telah memutuskan untuk tidak memberikan nikmat itu lagi.
Andaikata mata yang selama ini kita gunakan untuk melihat kemaksiatan, melirik wanita yang jelas-jelas menyeretmu ke neraka belum lagi pandangan yang membuatmu jatuh cinta akan dunia fana yang menggelapkan batinmu, kini Allah tutup penglihatanmu.
Andaikata, lidah yang senantiasa engkau ucapkan cacian dan kebencian kini terasa kelu ketika engkau mengucap asma tuhanmu.
Andaikata, hidung yang selalu mengendus bau bangkai dunia, Allah tutup dan tidak tercium lagi bau wangian surga untukmu.
Belum lagi telinga yang sibuk menguping fitnah dan upatan di sudut-sudut pembicaraan, sekarang Allah tulikan
Bagaimana jika hati dan akal yang merupakan harta berharga telah berubah menjadi hati yang berkaratan dengan titik hitam, dalam pikiran hanya terpikir harta dan wanita saja, tidak ada lagi pemikiran dan keinginan yang jernih untuk beribadah. Bagaimana?
Apa hendak kita kata, kesemuanya milik Allah, Dia yang berhak atas segalanya.
Sanggupkah kita jika Allah hanya menyisakan hati dan lidah untuk kita berzikir dan mengingatNya?
Sedangkan ketika ada sedikit luka saja kita sudah mengeluh kesakitan!
Sebelum terlambat, sebelum tubuhmu terbujur di pembaringan, semua masih bisa kira rubah.
Tidak ada kata terlambat untuk bertaubat.
Komentar
Posting Komentar